Saat anda memutuskan untuk menggunakan lantai parket kayu, pastikan anda mengetahui terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan lantai parket. Pada kesempatan kali, saya akan membahasnya secara detail untuk membantu anda dalam memutuskan menggunakan lantai parket atau tidak .
Apa Itu Lantai Parket?

Lantai parket adalah jenis penutup lantai yang terbuat dari kayu, baik dalam bentuk kayu solid maupun kayu olahan. Untuk parket yang menggunakan kayu solid, materialnya 100% berasal dari kayu asli seperti jati atau merbau. Karakter kayu solid dikenal kuat, alami, dan tahan lama, tetapi harganya cenderung lebih tinggi dan membutuhkan perawatan ekstra.
Di sisi lain, ada juga parket olahan seperti engineered wood dan laminate. Keduanya hadir sebagai alternatif yang lebih terjangkau dengan proses pemasangan yang praktis. Parket olahan biasanya sudah dilengkapi sistem klik atau cukup dilem, sehingga instalasi bisa dilakukan lebih cepat tanpa teknik yang terlalu rumit.
Metode pemasangan lantai parket sangat bergantung pada tipe materialnya. Parket kayu solid umumnya membutuhkan tenaga profesional karena teknik pemasangannya lebih detail. Sedangkan parket olahan lebih fleksibel dan cocok untuk kamu yang ingin memasang sendiri.
Karena parket terdiri dari potongan atau kepingan kayu yang disusun membentuk pola tertentu, lantai ini memiliki nilai dekoratif yang kuat. Pola strip atau susunan papan memberikan kesan hangat dan elegan, sehingga cocok untuk berbagai gaya interior. Cocok juga untuk kamu yang sedang mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan lantai parket sebelum memilih jenis yang paling sesuai.
Baca material terkait : Harga Lantai Parket Per Meter
1. Ragam Desain Lantai Parket
Lantai parket dibuat dari potongan-potongan kayu yang disusun menjadi satu pola, sehingga menghasilkan tampilan yang lebih dekoratif dan bernilai estetika tinggi dibanding papan kayu biasa. Susunan ini menciptakan kesan geometris yang unik dan membuat lantai terlihat lebih hidup.
Selain dari segi pola, parket juga fleksibel dalam finishing. Bisa diberi warna atau lapisan akhir yang berbeda sesuai konsep interior. Hasilnya, lantai parket mampu menghadirkan suasana yang hangat sekaligus tetap terlihat elegan.
2. Lebih Mudah Dirawat
Lantai parket jadi pilihan pas buat kamu yang ingin rumah tetap bersih tanpa harus repot mengurusnya. Untuk jenis parket olahan, kamu cukup membersihkannya dengan cara biasa—disapu dan dipel agar permukaannya tetap rapi.
Kalau kamu menggunakan parket kayu solid, perawatannya pun tetap sederhana. Cukup sapu dan pel menggunakan kain yang sedikit lembap. Sesekali, kamu bisa menambahkan cairan pengkilap supaya tampilan kayunya tetap cerah dan terlihat indah.
3. Kuat dan Awet Digunakan
Lantai parket dikenal memiliki daya tahan yang baik untuk pemakaian sehari-hari di rumah. Dalam penggunaan normal, permukaannya tidak mudah rusak atau menunjukkan tanda-tanda aus dalam waktu singkat.
Terutama untuk jenis parket kayu solid, kekuatannya lebih unggul dan bisa bertahan sangat lama. Dengan perawatan yang tepat, lantai parket bahkan dapat digunakan hingga puluhan tahun, bisa mencapai sekitar 50 tahun.
4. Lebih Aman untuk Penderita Alergi
Lantai parket bisa jadi pilihan yang tepat untuk kamu yang punya masalah alergi. Dibanding beberapa jenis lantai lain yang mudah menahan debu atau kotoran seperti serbuk bunga dan bulu hewan, parket lebih mudah dibersihkan karena permukaannya umumnya sudah diberi finishing yang halus.
Dengan begitu, debu dan alergen tidak mudah menempel terlalu lama, sehingga lantai lebih mudah dijaga tetap bersih setiap saat.
5. Harga Lebih Fleksibel dan Masih Terjangkau
Berkat perkembangan teknologi pengolahan kayu, lantai parket sekarang hadir dalam banyak pilihan. Kamu bisa menemukan berbagai variasi mulai dari jenis kayu, tekstur, finishing, pola, sampai warna yang beragam, sehingga lebih mudah disesuaikan dengan selera dan budget.
Untuk parket kayu solid, memang biaya material dan pemasangannya lebih tinggi dibanding parket olahan. Tapi kalau dilihat dari jangka panjang, jenis ini justru lebih menguntungkan karena daya tahannya lebih kuat dan usia pakainya jauh lebih lama.
Selain itu, parket solid juga bisa meningkatkan nilai estetika sekaligus nilai jual properti. Jadi meskipun modal awalnya lebih besar, hasilnya bisa jadi investasi yang sepadan untuk ke depan.
6. Tahap Persiapan Sebelum Pemasangan
Sebelum lantai parket dipasang, lantai dasar harus dipastikan dalam kondisi kuat dan benar-benar rata. Ini penting supaya hasil pemasangan nanti terlihat rapi dan tidak bermasalah ke depannya. Biasanya, kalau permukaan lantai masih bergelombang atau kurang rata, pemilik rumah perlu melakukan perataan ulang, misalnya dengan semen atau lapisan dasar lain yang lebih stabil.
Memang ada opsi lain seperti memakai alas busa atau karpet tipis untuk menutupi ketidakrataan. Tapi cara ini tidak selalu menghasilkan hasil yang sempurna, karena tetap bisa memengaruhi kekuatan dan kerapian lantai parket setelah terpasang.
Karena itu, biaya tambahan untuk proses persiapan ini perlu diperhitungkan dari awal agar tidak kaget di tengah proses pemasangan.
7. Potensi Timbul Suara Saat Dipijak
Salah satu hal yang sering dirasakan saat menggunakan lantai kayu parket adalah munculnya suara ketika diinjak. Hal ini berbeda dengan lantai keramik yang cenderung lebih senyap saat digunakan. Kondisi ini kadang membuat sebagian orang kurang nyaman, terutama jika digunakan di area rumah yang sering dilewati.
Namun, masalah ini sebenarnya bisa diminimalkan dengan pemilihan jenis dan metode pemasangan yang tepat. Misalnya, menggunakan parket solid yang dipasang dengan sistem perekatan kuat pada permukaan lantai, sehingga lebih stabil dan tidak mudah menimbulkan bunyi saat dipijak.
8. Permukaan Lantai Parket yang Bisa Licin
Beberapa jenis lantai parket, terutama laminate atau solid tertentu, memiliki permukaan yang cukup halus sehingga bisa terasa licin saat diinjak. Kondisi ini makin berisiko ketika lantai dalam keadaan basah atau terkena cipratan air, karena bisa membuat orang mudah tergelincir.
Memang di pasaran tersedia juga parket dengan tekstur tertentu yang dibuat lebih kesat untuk mengurangi risiko tersebut. Namun, secara umum penggunaan lantai parket kurang disarankan untuk area yang sering lembap atau basah seperti dapur, atau rumah yang dihuni oleh lansia, karena faktor keamanan perlu jadi pertimbangan utama.
9. Risiko Kerusakan pada Lantai Parket
Lantai parket tetap memiliki risiko kerusakan, salah satunya adalah goresan. Baik jenis solid maupun olahan, permukaannya bisa tergores oleh benda tajam, barang berat, atau saat memindahkan furnitur tanpa perlindungan yang tepat. Penggunaan yang kurang hati-hati juga bisa mempercepat munculnya bekas-bekas tersebut.
Masalahnya, jika sudah terlanjur rusak, perbaikan pada area tertentu tidak selalu mudah karena sering kali harus membongkar bagian lantai yang terdampak. Karena itu, penting untuk melakukan pencegahan sejak awal, seperti menghindari penggunaan sepatu berhak tinggi di dalam rumah atau menambahkan karpet di area yang sering dilewati agar lantai lebih terlindungi.
Selain itu, lantai parket juga bisa bermasalah jika terlalu sering terpapar kelembapan. Meski ketahanannya lebih baik dibanding kayu biasa, material parket tetap berisiko rusak atau lapuk bila terus-menerus terkena air atau dipasang di area dengan tingkat kelembapan tinggi.
Untuk mencegah hal tersebut, penting menjaga kondisi ruangan tetap kering dan mengontrol kelembapan secara rutin. Dengan perawatan yang tepat, lantai parket bisa lebih awet dan tetap terlihat bagus dalam jangka panjang.
Selain itu, warna lantai parket juga bisa mengalami perubahan seiring waktu, terutama jika sering terkena paparan sinar matahari langsung. Dalam kondisi tertentu, warna kayu dapat memudar atau terlihat tidak secerah seperti saat pertama dipasang.
Untuk mengurangi risiko tersebut, penataan furnitur bisa dilakukan secara lebih strategis agar tidak semua area terkena cahaya matahari secara terus-menerus. Penggunaan tirai atau penutup jendela juga bisa membantu mengurangi dampak sinar UV, sehingga tampilan lantai parket tetap lebih terjaga.
