Apakah Anda tau Harga kayu gaharu ? Kami akan memberikan informasi price list yang ada di pasaran. Semoga bisa membantu anda dalam ketidaktahuan terhadap kayu satu ini.
Kayu yang satu ini berasal dari pohon Aquilaria malaccensis, tumbuh alami di hutan-hutan lebat Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Bukan seperti jenis kayu keras lain yang sering dijadikan bahan bangunan, gaharu justru terkenal karena aromanya yang khas dan nilai ekonominya yang tinggi.

Harga Kayu Gaharu Terbaru
Jika kamu tertarik untuk membeli kayu gaharu, berikut ini adalah kisaran harga terbaru berdasarkan jenis dan bentuknya:
Harga Kayu Gaharu Biasa
- Potongan Kayu Gaharu: Rp 52.495 / kg
- Bubuk Kayu Gaharu Asli Kalimantan: Rp 81.150 / kg
- Serpihan Kayu Gaharu (Borneo): Rp 102.200 / kg
- Limbah Buhur Kayu Gaharu: Rp 125.150 / kg
- Chip Stick Kayu Gaharu Wangi: Rp 140.150 / kg
Harga Kayu Gaharu Kualitas Tinggi
- Gaharu Kalimantan Tenggelam Air: Rp 800.150 / kg
Harga Kayu Gaharu Super King (Premium)
- 130 gram: Rp 6.150.150
- 285 gram: Rp 28.495.150
- 365 gram: Rp 36.495.150
- 385 gram: Rp 38.495.150
- 400 gram: Rp 40.150.150
- 550 gram: Rp 55.150.150
Harga Gaharu Asal Daerah Khusus
- Gaharu Jayapura (590 gram): Rp 9.750.150
- Gaharu Ambon Grade 2 (1 kg): Rp 15.150.150
- Gaharu Grade 3 (1 kg): Rp 18.150.150
- Gaharu Merauke (1 kg): Rp 37.495.150
- Gaharu Sumbawa (1,1 kg): Rp 72.150.150
Harga Gaharu Kalimantan Grade Tinggi
- 495 gram: Rp 35.495.150
- 1 kg: Rp 50.150.150
- 2 kg: Rp 95.150.150
Jangan Sampai Tertipu! Ini Ciri-Ciri Kayu Gaharu Berkualitas
Kayu ini memiliki harga yang sangat mahal. Jadi kamu perlu berhati – hati dalam membeli kayu gaharu, karena banyak orang yang melihat harga murah langsung membelinya. ada ciri – ciri gaharu asli sebagai berikut.
Aroma Harum Khas
Saat dipotong atau dibakar sedikit, gaharu berkualitas akan langsung mengeluarkan wangi khas yang kuat dan menenangkan.
Warna Gubah Kayu
Bagian tengah (gubah) dari kayu gaharu unggulan biasanya berwarna hitam pekat dan merata, tanda bahwa kandungan resin aromatiknya tinggi.
Kandungan Tilosis & Endapan Sedikit
Gaharu berkualitas tidak memiliki banyak tilosis atau endapan di dalam seratnya — ini menandakan struktur kayunya bersih dan padat.
Struktur Mikroskopis Unik
Untuk kamu yang ingin lebih teknis, kayu gaharu unggulan memiliki:
-
Pori-pori lonjong, tersebar tidak merata, dengan pola radial ganda (2–4 baris).
-
Panjang pori sekitar 257 mikron, diameter 90 mikron, dan jumlah rata-rata 14 pori per mm².
-
Tidak memiliki saluran interseluler, yang biasa ditemukan di kayu lain.
-
Serat dengan panjang rata-rata 758 mikron, dinding serat tebal sekitar 2,98 mikron.
🔸 Parenkim & Jari-jari Kayu
-
Jenis parenkim yang ada seperti fusiform, dan parenkim paratrakeal cenderung jarang.
-
Memiliki jari-jari kayu uniseriat (satu baris) yang heteroseluler, dengan tinggi sekitar 212 mikron, lebar 32 mikron, dan frekuensi 8,4 per mm².
🔸 Struktur Perforasi & Pembuluh
-
Dilengkapi bidang perforasi sederhana dan ceruk antar pembuluh jari-jari yang berselang-seling — ini adalah ciri khas gaharu yang berkualitas tinggi jika dilihat di bawah mikroskop.
Mengenal Kayu Gaharu

Mungkin kamu pernah mendengar istilah Oud atau Agarwood. Ya, itu adalah nama lain dari kayu gaharu — salah satu jenis kayu paling mahal di dunia. Bukan karena kekuatannya, tapi karena aromanya yang luar biasa khas dan sangat dihargai dalam dunia parfum, pengobatan, dan ritual keagamaan.
Ketika masih sehat dan muda, warna kayunya cenderung putih pucat dan tidak memiliki bau. Tapi, justru saat pohon ini mengalami infeksi alami atau “sakit”, proses perubahan yang luar biasa mulai terjadi.
Sebagai reaksi perlindungan, pohon akan memproduksi resin wangi yang menembus ke serat kayu, menciptakan aroma yang kaya, hangat, dan eksotis.
Proses ini dimulai ketika semut atau serangga kecil lainnya masuk ke celah-celah batang pohon. Hal ini membuat jaringan pohon terluka. Luka tersebut lalu menjadi pintu masuk bagi jamur dan mikroorganisme lain. Sebagai respons alami, pohon gaharu akan mengeluarkan getah untuk menutupi luka tersebut. Proses biologis inilah yang memicu perubahan pada kayu — perlahan warnanya berubah jadi kecokelatan, berminyak, dan mengeluarkan aroma khas yang sangat dicari.
Dalam dunia pengobatan tradisional, terutama di wilayah Asia dan Timur Tengah, gaharu sudah sejak lama dimanfaatkan. Konon, ia memiliki sifat menenangkan, anti-inflamasi, bahkan dipercaya sebagai antioksidan alami. Tak heran kalau gaharu juga sering digunakan saat meditasi, relaksasi, hingga praktik spiritual.
Sementara itu di industri parfum, minyak gaharu adalah bahan eksklusif yang sangat dicari. Wanginya yang dalam dan kompleks mampu memberikan karakter mewah pada parfum kelas atas. Namun, karena cara ekstraksinya yang sulit dan pohonnya yang makin langka, harga minyak gaharu bisa melambung tinggi — bahkan lebih mahal dari emas per gramnya.
Gaharu sendiri diklasifikasikan dalam beberapa kelas, seperti Super, A, B, dan C. Semakin tinggi kualitas dan kadar resin-nya, semakin mahal pula harganya. Untuk kayu kelas atas, harga per kilonya bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah.
Namun di balik pesona dan nilai jualnya yang tinggi, ada tantangan besar yang mengintai. Eksploitasi berlebihan dan perburuan liar membuat pohon Aquilaria semakin langka. Oleh karena itu, perdagangan gaharu kini diatur secara ketat, agar tetap bisa dinikmati tanpa merusak kelestariannya.
